RESENSI
Istilah resensi berasal dari bahasa Belanda,
retentive, yang berarti kupasan atau pembahasan. Jadi, resensi adalah kupasan
atau pembahasan tentang buku, film, atau drama yang biasanya disiarkan melalui
media massa, seperti surat kabar atau majalah. Dengan kata lain, resensi adalah
tulisan yang menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangan sebuah karya baik
yang berupa buku maupun yang berupa karya seni.
Tujuan resensi adalah memberikan gambaran pada
pembaca tentang sebuah karya sehingga pembaca mengetahui apakah karya seni yang
diresensi itu merupakan karya yang
bermutu atau tidak.
Unsur-unsur
Resensi
Didalam sebuah resensi karya sastra terdapat dua macam
unsur, yaitu:
- Unsur Intrinsik yaitu unsur yang membangun cerita karya sastra yang berasal dari dalam.
- Unsur Ekstrinsik yaitu unsur yang membangun cerita karya sastra yang berasal dari luar (kebalikan dari unsur intrinsik).
Unsur
Intrinsik
- Tokoh
Tokoh ialah Individu yang mengalami berbagai peristiwa
didalam cerita. Jika dilihat dari peran tokoh dalam pengembangan plot dapat
dibedakan menjadi tokoh utama dan tokoh pembantu, sedangkan jika dilihat dari
fungsi penampilan tokoh dapat pula dibedakan kedalam tokoh protagonis dan tokoh
antagonis.
- Tokoh Protagonis ialah tokoh yang memiliki watak tertentu dalam segi kebenaran (baik hati, jujur, setia, dll)
- Tokoh Antagonis ialah tokoh yang memiliki watak bertentangan dengan tokoh protagonis.
- Tokoh Tritagonis ialah tokoh yang selalu menjadi penengah, dan sering dimunculkan sebagai tokoh/orang ketiga.
- Tokoh Pembantu/peran pembantu/figuran ialah tokoh yang membantu cerita tokoh utama, posisinya bisa sebagai seorang pahlawan ataupun sebagai penentang tokoh utama.
- Penokohan/Perwatakan
Yang dimaksud dengan penokohan ialah penggambaran tentang
watak tokoh dalam suatu cerita karya sastra. Ada 3 cara yang dapata dilakukan
untuk menggambarkan watak tokoh dalam cerita karya sastra, yaitu:
- Campuran ialah penggambaran watak tokoh melalui penggabungan cara analitik dan dramatik dengan tujuan untuk saling melengkapi.
- Analitik cara ini dilakukan pengarang untuk menggambarkan watak tokoh secara langsung. Contok: Siapa yang tidak mengenal Didi yang pintar dan selalu ceria. Meskipun secara fisik terlihat pendek namun sosoknya yang ramah dan baik hati kepada teman-temannya membuat dirinya menjadi panutan.
- Dramatik ialah cara pengarang untuk menggambarkan tokoh utama secara tersurat, dengan kata lain tidak langsung. Penokohan cara ini bisa melalui penggambaran temtat tinggal, percakapan/dialog antar tokoh, fisik, tingkah laku, komentar tokoh lain terhadap tokoh tertentu dan jalan pikiran tokoh.
Dibawah ini contoh paragraf yang menggambarkan tokoh dengan
cara dramatik:
Penggambaran Tokoh Melalui Jalan Pikiran Tokoh.
Contoh :
Tatkala aku masuk sekolah MULO, demikian fasih lidahku dalam
Bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak
melihat aku, mengira bahwa aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah
percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan
pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri
dengan langgam lenggok orang Belanda.
Penggambaran Tokoh Melalui Tingkah Laku/Perilaku Tokoh.
Contoh :
Di siang yang terik itu dia berjalan sendiri. Dengan gontai
ia gendong tas itu. Sesekali terlihat bahwa ia menegur dan bahkan bertanya
kepada orang yang dilaluinya. Setiap selesai ia bertanya, ia selalu
menganggukkan kepalanya sebagai tanda terima kasih.
Penggambaran Tokoh Melalui Dialog Antar Tokoh.
Contoh :
“Kupukul kau kalau tidak mau mengaku. Dengan cara apa lagi
aku mendapatkan pengakuanmu.” …………….
- Tema
Tema ialah suatu unsur dalam karya sastra yang menjadi pokok
masalah/pokok pikiran dari pengarang melalui karyanya (jalan cerita).
- Plot / Alur
Plot atau alur ialah jalan cerita atau rangkaian peristiwa
dari awal sampai akhir. Rangkaian peristiwa ini disusun berdasarkan hukum
kausalitas (hubungan yang menunjukkan sebab-akibat).
Berdasarkan rangkaian peristiwanya plot dapat dibedakan
menjadi tiga, yaitu:
- Plot Maju, yaitu rangkaian peristiwa yang diceritakan mulai dari awal hingga akhir cerita.
- Plot Mundur/sorot balik/flash back, yaitu peristiwa-perisiwa yang menjadi bagian penutup diutarakan terlebih dahulu, baru menceritakan peristiwa-peristiwa pokok sebagai kenangan/masa lalau sang tokoh.
- Plot Campuran, yaitu peristiwa-peristiwa pokok diceritakan diawala lalu dilanjutkan dengan menceritakan peristiwa-peristiwa lama/ masa lalu tokoh sebagai sebuah kenangan, dan diakhiri dengan peristiwa-peristiwa pokok(masa kini).
- Gaya Bahasa
Gaya bahasa ialah cara pengarang dalam mengungkapkan
ide/gagasan melalui cerita.
- Sudut Pandang/Point Of View
Sudut pandang ialah posisi pengarang dalam sebuah cerita
atau karya sastra. Posisi pengarang ini terbagi menjadi 2, yaitu:
- Pengarang berperan langsung sebagai tokoh utama.
- Pengarang hanya sebagai orang ketiga yang posisinya sebagai pengamat.
- Amanat
Amanat ialah pesan/kesan yang ingin disampaikan oleh
pengarang melalui jalan cerita. Pesan dalam karya sastra bisa berupa, kritik,
saran, harapan, usul, dll.
- Latar/Setting
Latar ialah tempat dimana terjadinya kejadian/peristiwa dan
waktu terjadinya sebuah peristiwa, latar juga menjelaskan segala keterangan
waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dakam plot cerita. Latar terbagi
lagi menjadi beberapa unsur seperti dibawah ini:
- Latar Tempat ialah latar yang mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa dalam novel. Contoh : Kota, Pedesaan, dll.
- Latar Waktu ialah latar yang berhubungan dengan masalah kapan terjadinya peristiwa. Contoh : masa kini, masa lalu, dll.
- Latar Sosial ialah latar yang mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat. Contoh : Kesederhanaan, keramahan, dll.
Unsur
Ekstrinsik
- Latar belakang kehidupan pengarang.
- Pandangan hidup pengarang.
- Situasi sosial, Budaya yang melatarbelakangi lahirnya karya sastra tersebut.
Beberapa
Hal yang Terdapat Dalam Resensi
Dibawah ini terdapat beberapa hal
yang terdapat di dalam sebuah resensi karya sastra :
- Judul Resensi
- Data/Identitas Karya Sastra
- Isi Resensi
- Kekurangan & Kelebihan
- Penutup
Contoh resensi novel :
Serpihan Cinta di Hollandia, Pelajaran Cinta Yang Menerkam Rasa…
yang Menerkam Rasa
Penulis : Indah El Hafidz
Penerbit : Diva Press
Cetakan : I, Mei 2013
Tebal : 300 halaman
ISBN : 978-602-7933-40-8
Pelajaran cinta di tengah keberagaman budaya
Perjalana Husna ke Belanda dalam rangka mencari dan
menyelidiki jejak Hasna, kakak perempuannya yang telah 2 tahun hilang tanpa
kabar, menyisakan banyak pelajaran berharga tentang keberagaman budaya, hikmah,
sekaligus ujian hidup. Demi rasa cintanya kepada sang kakak, Husna rela
mengambil cuti kuliahnya selama beberapa bulan.
Sesuai saran
Maria, teman Hasna satu asrama selam di Belanda, Husna akan tetap dirumah bibi
Barbara, di Groningen. Dulu, disela-sela
kuliah, Maria dan Hasna pernah bekerja di toko milik bibi Barbara. Namun
setelah Hasna aktif terlibat di organisasi kampus, ia tak lagi bekerja pada
bibi Barbara. Bahkan keberadaan Hasna
tiba-tiba hilang tanpa kabar.
Meski
awalnya ibu keberatan dan melarang Husna pergi ke Belanda, namun akhirnya hati
ibu luluh dan mngizinkan. Diam-diam ibu masih menyimpan harapan akan nasib putrinya
yang telah 2 tahun menghilang untuk segera ditemukan. Dalam penerbangan, Husna
dipertemukan dengan Pieter,lelaki tampan yang mengaku bekerja sebagai
pegawai. Meskipun Pieter penganut agama
Kristen yang taat, namun Pieter seorang yang bijak dan tak mempermasalahkan
identitas Husna sebagai muslimah yag berjilbab. Keduanya terlibat obrolan seru
hingga perjalanan panjang itu tak terasa membosankan.
Setiba di
bandara, bibi Barbara yang telah kehilangan suami dan anaknya saat kecelakaan,
menyambut kedatangan Husna dengan ramah. Bibi Babara telah menganggap Husna dan juga Hasna sebagai putri kandungnya
sendiri. Selama disana, Husna membantu mengurusi toko bibi Barbara. Usai
bekerja, dengan diantar bibi Barbara, Husna mendatangi asrama Menerworld,
tempat kakaknya dulu tinggal. Ia berusaha mencari informasi pada teman-teman
kakaknya yang masih bermukim disana.
Dalam misi
mencari kakak kandungnya yang belum kunjung diketahui kabarnya, Husna kembali dipertemukan oleh Pieter. Selama di negeri bunga tulip itu, Pieter
berjanji akan membantu Husna menemukan keberadaan Hasna. Seiring berjalannya
waktu, diam-diam Husna mengagumi pesona
Pieter yang tampan juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Begitu
pula dengan Pieter, mengagumi kepribadian
Husna yang cerdas dan berwawasan luas.
Dan disaat
keberadaan kakaknya mulai terlihat, Husna dihadapkan pada ujian berat.
Ternyata, Pieter yang selama ini dia kenal dan sering membantu dirinya adalah
seorang bangawan Belanda. Betapa pedih hati Husna setelah mengetahui bahwa
Pieter telah bertunangan dengan Putri Isabella, yang sama-sama dari keluarga
bangsawan. Husna baru merasakan cinta bertepuk sebelah tangan memang sangat
sedih dan nyaris membuat dirinya berputus asa. Untung, Husna segera tersadar,
bahwa dia pergi ke Belanda bukan untuk mencari cinta, tetapi mencari kakakya
yang hilang.
Husna sangat
terkejut saat dia tahu keberadaan kakaknya di Gereja Goethe, gereja tua yang
sudah tak terpakai, di sebuah daerah
terpencil dan dalam kondisi yang memprihatinkan. Tubuh kakaknya yang kurus tinggal tulang dan
hilang ingatan membuat Husna semakin pedih.
Theodora, kepala asrama Menerworld adalah dalang dibalik semua ini. Dua
tahun yang lalu, Hasna bersama beberapa temannya selalu berada di garis depan
menentang berbagai peraturan yang aneh dan konyol yang menyudutkan mahasiswi
muslim, salah satunya dilarang shalat berjamaah di asrama.
Melihat
kegigihan Hasna dalam membela hak asasi ratusan mahasiswa muslim di asrama,
membuat kepala asrama berniat untuk menyingkirkannya. Setelah berhasil
menjerumuskan kedua sahabat Hasna, Karem dan Zainab ke dalam penjara, Theodora
segera meluncurkan aksi selanjutnya. Diam-dian dia memberi obat hilang ingatan
kepada Hasna. Setelah itu, ia mengasingkan Hasna di daerah terpencil, lebih
tepatnya di Gereja Goethe dan menyuruh suster Pien untuk merawat Hasna.
Hasna lalu
dibawa kerumah bibi Barbara,. Disana, ia dirawat secara intensif oleh dokter
pribadi yang diutus Pieter agar kondisi fisik dan jiwa Hasna kembali pulih.
Meskipun membutuhkan waktu yang lama, Husna berusaha tetap sabar dan tidak
berputus asa untuk merawat kakaknya itu. Ia baru akan pulang ke Indonesia bila
kondisi Hasna mulai membaik. Namun, saat ingatan Hasna sedikit pulih, justru
yang mampu diingat Hasna adalah Radit, tuangannya yang telah lama berpaling
karena di jodohkan orang tuanya oleh gadis lain.
Novel ini
dikemas dalam cover yang sangat menarik. Warnanya yang cerah dan banyak
warna-warna yang menyegarkan mata. Kertas yang digunakan juga cukup bagus. Isi
dari novel tersebut juga menjelaskan tetang pentingnya persatuan dan kesatuan
dalam berbagai seni, budaya, dan keyakinan. Dan memperjuangkan hak yang harus
diperjuangkan.
Banyak
hikmah serta teladan yang dapat diambil dari novel ini, seperti mengajarkan
cinta damai, saling menghormati meskipun dalam keberagaman budaya dan perbedaan
keyakinan.
Oleh : Zulia Fernika Dewi
No comments:
Post a Comment