Musik

Thursday, November 7, 2013

Bahasa Indonesia





RESENSI
       Istilah resensi berasal dari bahasa Belanda, retentive, yang berarti kupasan atau pembahasan. Jadi, resensi adalah kupasan atau pembahasan tentang buku, film, atau drama yang biasanya disiarkan melalui media massa, seperti surat kabar atau majalah. Dengan kata lain, resensi adalah tulisan yang menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangan sebuah karya baik yang berupa buku maupun yang berupa karya seni.
Tujuan resensi adalah memberikan gambaran pada pembaca tentang sebuah karya sehingga pembaca mengetahui apakah karya seni yang diresensi  itu merupakan karya yang bermutu atau tidak.

Unsur-unsur Resensi
Didalam sebuah resensi karya sastra terdapat dua macam unsur, yaitu:
  1. Unsur Intrinsik yaitu unsur yang membangun cerita karya sastra yang berasal dari dalam.
  2. Unsur Ekstrinsik yaitu unsur yang membangun cerita karya sastra yang berasal dari luar (kebalikan dari unsur intrinsik).
Unsur Intrinsik
  • Tokoh
Tokoh ialah Individu yang mengalami berbagai peristiwa didalam cerita. Jika dilihat dari peran tokoh dalam pengembangan plot dapat dibedakan menjadi tokoh utama dan tokoh pembantu, sedangkan jika dilihat dari fungsi penampilan tokoh dapat pula dibedakan kedalam tokoh protagonis dan tokoh antagonis.
  1. Tokoh Protagonis ialah tokoh yang memiliki watak tertentu dalam segi kebenaran (baik hati, jujur, setia, dll)
  2. Tokoh Antagonis ialah tokoh yang memiliki watak bertentangan dengan tokoh protagonis.
  3. Tokoh Tritagonis ialah tokoh yang selalu menjadi penengah, dan sering dimunculkan sebagai tokoh/orang ketiga.
  4. Tokoh Pembantu/peran pembantu/figuran ialah tokoh yang membantu cerita tokoh utama, posisinya bisa sebagai seorang pahlawan ataupun sebagai penentang tokoh utama.
  • Penokohan/Perwatakan
Yang dimaksud dengan penokohan ialah penggambaran tentang watak tokoh dalam suatu cerita karya sastra. Ada 3 cara yang dapata dilakukan untuk menggambarkan watak tokoh dalam cerita karya sastra, yaitu:
  1. Campuran ialah penggambaran watak tokoh melalui penggabungan cara analitik dan dramatik dengan tujuan untuk saling melengkapi.
  2. Analitik cara ini dilakukan pengarang untuk menggambarkan watak tokoh secara langsung. Contok: Siapa yang tidak mengenal Didi yang pintar dan selalu ceria. Meskipun secara fisik terlihat pendek namun sosoknya yang ramah dan baik hati kepada teman-temannya membuat dirinya menjadi panutan.
  3. Dramatik ialah cara pengarang untuk menggambarkan tokoh utama secara tersurat, dengan kata lain tidak langsung. Penokohan cara ini bisa melalui penggambaran temtat tinggal, percakapan/dialog antar tokoh, fisik, tingkah laku, komentar tokoh lain terhadap tokoh tertentu dan jalan pikiran tokoh.
Dibawah ini contoh paragraf yang menggambarkan tokoh dengan cara dramatik:
Penggambaran Tokoh Melalui Jalan Pikiran Tokoh.
Contoh :
Tatkala aku masuk sekolah MULO, demikian fasih lidahku dalam Bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira bahwa aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
Penggambaran Tokoh Melalui Tingkah Laku/Perilaku Tokoh.
Contoh :
Di siang yang terik itu dia berjalan sendiri. Dengan gontai ia gendong tas itu. Sesekali terlihat bahwa ia menegur dan bahkan bertanya kepada orang yang dilaluinya. Setiap selesai ia bertanya, ia selalu menganggukkan kepalanya sebagai tanda terima kasih.
Penggambaran Tokoh Melalui Dialog Antar Tokoh.
Contoh :
“Kupukul kau kalau tidak mau mengaku. Dengan cara apa lagi aku mendapatkan pengakuanmu.” …………….
  • Tema
Tema ialah suatu unsur dalam karya sastra yang menjadi pokok masalah/pokok pikiran dari pengarang melalui karyanya (jalan cerita).
  • Plot / Alur
Plot atau alur ialah jalan cerita atau rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir. Rangkaian peristiwa ini disusun berdasarkan hukum kausalitas (hubungan yang menunjukkan sebab-akibat).
Berdasarkan rangkaian peristiwanya plot dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
  1. Plot Maju, yaitu rangkaian peristiwa yang diceritakan mulai dari awal hingga akhir cerita.
  2. Plot Mundur/sorot balik/flash back, yaitu peristiwa-perisiwa yang menjadi bagian penutup diutarakan terlebih dahulu, baru menceritakan peristiwa-peristiwa pokok sebagai kenangan/masa lalau sang tokoh.
  3. Plot Campuran, yaitu peristiwa-peristiwa pokok diceritakan diawala lalu dilanjutkan dengan menceritakan peristiwa-peristiwa lama/ masa lalu tokoh sebagai sebuah kenangan, dan diakhiri dengan peristiwa-peristiwa pokok(masa kini).


  • Gaya Bahasa

Gaya bahasa ialah cara pengarang dalam mengungkapkan ide/gagasan melalui cerita.
  • Sudut Pandang/Point Of View
Sudut pandang ialah posisi pengarang dalam sebuah cerita atau karya sastra. Posisi pengarang ini terbagi menjadi 2, yaitu:
  1. Pengarang berperan langsung sebagai tokoh utama.
  2. Pengarang hanya sebagai orang ketiga yang posisinya sebagai pengamat.
  • Amanat
Amanat ialah pesan/kesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui jalan cerita. Pesan dalam karya sastra bisa berupa, kritik, saran, harapan, usul, dll.
  • Latar/Setting
Latar ialah tempat dimana terjadinya kejadian/peristiwa dan waktu terjadinya sebuah peristiwa, latar juga menjelaskan segala keterangan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dakam plot cerita. Latar terbagi lagi menjadi beberapa unsur seperti dibawah ini:
  1. Latar Tempat ialah latar yang mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa dalam novel. Contoh : Kota, Pedesaan, dll.
  2. Latar Waktu ialah latar yang berhubungan dengan masalah kapan terjadinya peristiwa. Contoh : masa kini, masa lalu, dll.
  3. Latar Sosial ialah latar yang mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat. Contoh : Kesederhanaan, keramahan, dll.
Unsur Ekstrinsik
  • Latar belakang kehidupan pengarang.
  • Pandangan hidup pengarang.
  • Situasi sosial, Budaya yang melatarbelakangi lahirnya karya sastra tersebut.
Beberapa Hal yang Terdapat Dalam Resensi
Dibawah ini terdapat beberapa hal yang terdapat di dalam sebuah resensi karya sastra :
  1. Judul Resensi
  2. Data/Identitas Karya Sastra
  3. Isi Resensi
  4. Kekurangan & Kelebihan
  5. Penutup
Contoh  resensi novel : 

Serpihan Cinta di Hollandia, Pelajaran Cinta Yang Menerkam Rasa…

Judul buku     :   Serpihan Cinta di Hollandia, Pelajaran Cinta
                              yang Menerkam Rasa
Penulis            :   Indah El Hafidz
Penerbit         :   Diva Press
Cetakan          :   I, Mei 2013
Tebal               :  300 halaman
ISBN                :   978-602-7933-40-8


Pelajaran cinta di tengah keberagaman budaya
Perjalana  Husna ke Belanda dalam rangka mencari dan menyelidiki jejak Hasna, kakak perempuannya yang telah 2 tahun hilang tanpa kabar, menyisakan banyak pelajaran berharga tentang keberagaman budaya, hikmah, sekaligus ujian hidup. Demi rasa cintanya kepada sang kakak, Husna rela mengambil cuti kuliahnya selama beberapa bulan.
Sesuai saran Maria, teman Hasna satu asrama selam di Belanda, Husna akan tetap dirumah bibi Barbara, di Groningen.  Dulu, disela-sela kuliah, Maria dan Hasna pernah bekerja di toko milik bibi Barbara. Namun setelah Hasna aktif terlibat di organisasi kampus, ia tak lagi bekerja pada bibi Barbara.  Bahkan keberadaan Hasna tiba-tiba hilang tanpa kabar.
Meski awalnya ibu keberatan dan melarang Husna pergi ke Belanda, namun akhirnya hati ibu luluh dan mngizinkan. Diam-diam ibu masih menyimpan harapan akan nasib putrinya yang telah 2 tahun menghilang untuk segera ditemukan. Dalam penerbangan, Husna dipertemukan dengan Pieter,lelaki tampan yang mengaku bekerja sebagai pegawai.  Meskipun Pieter penganut agama Kristen yang taat, namun Pieter seorang yang bijak dan tak mempermasalahkan identitas Husna sebagai muslimah yag berjilbab. Keduanya terlibat obrolan seru hingga perjalanan panjang itu tak terasa membosankan.

Setiba di bandara, bibi Barbara yang telah kehilangan suami dan anaknya saat kecelakaan, menyambut kedatangan Husna dengan ramah. Bibi Babara telah menganggap Husna  dan juga Hasna sebagai putri kandungnya sendiri. Selama disana, Husna membantu mengurusi toko bibi Barbara. Usai bekerja, dengan diantar bibi Barbara, Husna mendatangi asrama Menerworld, tempat kakaknya dulu tinggal. Ia berusaha mencari informasi pada teman-teman kakaknya yang masih bermukim disana.
Dalam misi mencari kakak kandungnya yang belum kunjung diketahui kabarnya,  Husna kembali dipertemukan oleh Pieter.  Selama di negeri bunga tulip itu, Pieter berjanji akan membantu Husna menemukan keberadaan Hasna. Seiring berjalannya waktu, diam-diam Husna mengagumi  pesona Pieter yang tampan juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Begitu pula dengan Pieter,  mengagumi kepribadian Husna yang cerdas dan berwawasan luas.
Dan disaat keberadaan kakaknya mulai terlihat, Husna dihadapkan pada ujian berat. Ternyata, Pieter yang selama ini dia kenal dan sering membantu dirinya adalah seorang bangawan Belanda. Betapa pedih hati Husna setelah mengetahui bahwa Pieter telah bertunangan dengan Putri Isabella, yang sama-sama dari keluarga bangsawan. Husna baru merasakan cinta bertepuk sebelah tangan memang sangat sedih dan nyaris membuat dirinya berputus asa. Untung, Husna segera tersadar, bahwa dia pergi ke Belanda bukan untuk mencari cinta, tetapi mencari kakakya yang hilang.
Husna sangat terkejut saat dia tahu keberadaan kakaknya di Gereja Goethe, gereja tua yang sudah tak terpakai,  di sebuah daerah terpencil dan dalam kondisi yang memprihatinkan.  Tubuh kakaknya yang kurus tinggal tulang dan hilang ingatan membuat Husna semakin pedih.  Theodora, kepala asrama Menerworld adalah dalang dibalik semua ini. Dua tahun yang lalu, Hasna bersama beberapa temannya selalu berada di garis depan menentang berbagai peraturan yang aneh dan konyol yang menyudutkan mahasiswi muslim, salah satunya dilarang shalat berjamaah di asrama.
Melihat kegigihan Hasna dalam membela hak asasi ratusan mahasiswa muslim di asrama, membuat kepala asrama berniat untuk menyingkirkannya. Setelah berhasil menjerumuskan kedua sahabat Hasna, Karem dan Zainab ke dalam penjara, Theodora segera meluncurkan aksi selanjutnya. Diam-dian dia memberi obat hilang ingatan kepada Hasna. Setelah itu, ia mengasingkan Hasna di daerah terpencil, lebih tepatnya di Gereja Goethe dan menyuruh suster Pien untuk merawat Hasna.
Hasna lalu dibawa kerumah bibi Barbara,. Disana, ia dirawat secara intensif oleh dokter pribadi yang diutus Pieter agar kondisi fisik dan jiwa Hasna kembali pulih. Meskipun membutuhkan waktu yang lama, Husna berusaha tetap sabar dan tidak berputus asa untuk merawat kakaknya itu. Ia baru akan pulang ke Indonesia bila kondisi Hasna mulai membaik. Namun, saat ingatan Hasna sedikit pulih, justru yang mampu diingat Hasna adalah Radit, tuangannya yang telah lama berpaling karena di jodohkan orang tuanya oleh gadis lain.
Novel ini dikemas dalam cover yang sangat menarik. Warnanya yang cerah dan banyak warna-warna yang menyegarkan mata. Kertas yang digunakan juga cukup bagus. Isi dari novel tersebut juga menjelaskan tetang pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbagai seni, budaya, dan keyakinan. Dan memperjuangkan hak yang harus diperjuangkan.
Banyak hikmah serta teladan yang dapat diambil dari novel ini, seperti mengajarkan cinta damai, saling menghormati meskipun dalam keberagaman budaya dan perbedaan keyakinan.  


Sumber : Buku panduan dan wikipedia
Oleh     : Zulia Fernika Dewi

No comments:

Post a Comment