ALTER
“setiap
orang memiliki alternya masing-masing. Jika ego mereka menginginkan sesuatu,
maka dengan senang hati alter akan menuruti mereka. Maka, berhati-hatilah
karena alter pasti dapat menguasai diri kalian kapan saja jika kalian tidak
bisa menguasai alter tersebut” - Alter
Riky, Jojo, Rei, Mino, dan Taka kembali ke rumahnya setelah
pergi liburan bersama. Riky, Jojo, dan Taka masuk lebih dulu menyisakan Reid an
Mino yang masih berada di depan mobil.
“Mino,
jangan lupa bawakan barang-barang kami ke dalam dan kunci pintu mobil itu lagi”
perintah Rei dengan nada datar dan langsung pergi meninggalkan Mino sendiri.
“hhh.. baiklah”
lirih Mino sambil mengambil barang-barang saudaranya di dalam mobil
“Mino!
Kenapa lama sekali!” teriak Rei dari dalam rumah. Mino hanya mendengus kesal
atas perbuatan saudaranya ini dan mempercepat langkahnya ke dalam rumah
Malam ini, Mino harus rela tidur di
gudang karena ia tidak sengaja menjatuhkan jam tangan milik Jojo hingga jam
tangan itu rusak.
“kenapa aku
selalu diperlakukan seperti ini?” ucap Mino menahan amarahnya. Pandangannya
mengitari sudut gudang sampai akhirnya ia menemukan sebuah benda di sudut kiri
gudang. Karena penasaran, akhirnya ia mendekati benda itu. Ternyata benda itu
adalah figura berisi foto keluarganya. Keluarga yang tenang sampai akhirnya
salah seorang saudara Mino membunuh orang tua Mino karena iri. Mino pun
meneteskan Kristal bening dari sudut matanya.
“aku harus
membalas kalian” lirih Mino sebelum pandangan Mino gelap
Seseorang menyelinap masuk ke sebuah
kamar gelap dan berjalan menuju seseorang yang tengah terlelap di atas ranjang
besarnya. Mengambil sebuah barang berwarna perak dari dalam saku celananya dan
menyeringai dalam kegelapan. Matanya berwarna merah menyala dan memancarkan
kebencian yang sangat mendalam.
“maafkan
aku” ucap orang asing itu
ZLEB!
Sebuah pisau
menancap di perut seseorang yang ternyata adalah Riky, saudara Mino yang sering
membela Mino dari Rei sekaligus orang yang juga mendukung Rei dalam melakukan
perbuatan kasar terhadap Mino.
“beristirahatlah
dengan tenang di sana” ucap orang asing itu diiringi seringaian yang menakutkan
dan pergi meninggalkan mayat Riky di kamarnya yang besar itu.
Orang asing bermata merah itu kini
berpindah menuju kamar lain. Kali ini adalah kamar Jojo. Sama seperti
sebelumnya, orang itu menancapkan sebuah pisau ke perut korbannya. Namun kali
ini sedikit berbeda karena orang itu telah merobek perut Jojo dan mengoyak isi
perutnya. Tidak hanya itu, kini ia tengah menyayat leher korbannya asal
sehingga banyak darah bercipratan ke wajah sang pembunuh. Nampaknya pembunuh
itu bosan dan kini ia beralih pada wajah tampan milik Jojo. Mengelus pipi sang
korban lalu menusuk asal pipi tersebut menggunakan pisau yang ia pegang.
“kau juga
harus tenang di alam sana. Haha” ucap pembunuh tersebut diiringi seringaian dan
tawanya yang sedikit menyeramkan.
Kamar berikutnya adalah kamar Rei.
Rei adalah pria yang senang sekali menyiksa Mino. Dan yang selalu membuat Mino
kena hukum oleh Riky.
“baiklah,
ini saatnya aku untuk bermain” ucap orang itu sambil menyunggingkan sebuah
senyum di sudut bibirnya
PLAK!
Sebuah
tamparan keras mendarat di pipi Rei dan hal itu membuat Rei terbangun karena
kaget.
“ya! Siapa
kau?” Tanya Rei dengan suara khas cemprengnya
“ck! Kau
tidak perlu tau siapa aku” jawab orang itu membuat Rei mengernyitkan dahi
karena heran
“pengecut
kau!” teriak Rei
Akhirnya
orang itu berjalan menuju meja nakas milik Rei dan mengambil seutas tali yang
ada di sana. Berjalan menghampiri Rei lalu mengikat tangan dan kaki Rei pada
ujung tempat tidur sehingga tubuh Rei membentuk huruf ‘X’.
“mau apa kau? Kenapa kau mengikatku
seperti ini, hah?” Tanya Rei sambil memberontak
“tenang
saja, aku hanya ingin bermain denganmu sebentar. Setelah aku puas, aku akan
melepaskanmu dan membiarkanmu tertidur dengan nyenyak” ucap orang itu tenang
“apa
maksudmu, hah?” pekik Rei
“aku hanya ingin bermain dengamu. Kau mengerti?”
ucap orang itu “baiklah. Kita mulai sekarang” lanjut orang itu
Orang itu
langsung menduduki perut Rei dengan kasar
“argh!
Sakit!” teriak Rei
“ini masih
permulaan” ucap orang itu dingkat. Mengambil pisau lipatnya di dalam saku
celananya dan mulai menjamah wajah Rei
“m-mau a-apa
k-kau?” Tanya Rei dengan suara gemetar
“aku hanya
ingin membuat wajahmu lebih tampan, Rei” jawab orang itu lembut dan memberikan
seringaian pada Reid yang tidak mungkin terlihat karena kamar Rei sangat gelap.
Memulai permainannya dengan menyayat kulit pipi Rei secara perlahan. Rei pun
mengerang kesakitan.
“a-apa
s-salahku?” Tanya Rei. Tapi orang itu tidak menggubris pertanyaan Rei. Dia
hanya tersenyum miris sambil terus melancarkan aksinya menyayat kulit pipi dan
lengan Rei hingga wajah dan lengan Rei dipenuhi oleh darah pekat.
“m-maafkan
a-aku hhh” ucap Rei menahan isakannya “h-hentikan semua hiks” akhirnya isakan
Rei lolos dari bibirnya. Orang itu menyeringai lalu pergi keluar kamar Rei.
Menyadari sudah tidak ada yang terjadi, akhirnya Rei bernafas lega. Tapi 5
menit kemudian orang itu kembali lagi membawa seplastik garam dan sebotol
alkohol
“maaf jika
kau terlalu lama menungguku” ucap orang itu sambil mendekati Rei. Rei tercekat
melihat orang itu membuka tutup botol yang berisikan alkohol tersebut. Rei
mengerang kesakitan karena orang itu menuangkan alkohol di lengan Rei yang
terluka. Rei menangis terisak karena tidak kuat menahan sakit di lengannya.
Setelah itu, orang tersebut menusuk
perut Reid an langsung merobeknya kasar sehingga membuat nafas Rei seperti
tersendat. Tidak menunggu lama, orang itu langsung menyebarkan garam dan
menuangkan alkohol di sekujur tubuh Rei hingga Rei tidak bernyawa lagi. Orang
itu tertawa lepas karena perbuatannya. Ia lalu mengoyak isi perut Rei
menggunakan tangannya dan mengambil isi perut tersebut, lalu meletakannya di
wajah Rei.
“selamat
tidur saudaraku tercinta” menekankan kata terakhir pada kalimatnya
Kamar berikutnya adalah kamar Taka.
Dia adalah saudara laki-laki Mino yang memiliki wajah seperti malaikat, namun
perbuatannya seperti iblis. Dia senang sekali menyusahkan Mino dengan hal-hal
yang sangat kecil. Tapi sepertinya Taka tidak ada di kamarnya malam ini, karena
memang tidak ada orang di atas ranjangnya.
“kau jahat
kak Mino” ucap seseorang di belakang orang itu. Orang itu langsung berbalik
menghadap lawan bicaranya dan ternyata dia adalah Taka
“ck! Kau
anak kecil tidak usah ikut campur. Lebih baik kau pergi menyusul saudaramu”
ZLEB!
Pisau lipat
itu kembali memakan korban
“a-aku
me-menyayangi kak Min-hh-Mino” ucap Taka sebelum menghembuskan nafas
terakhirnya.
Keesokan harinya, Mino bangun
kesiangan. Ia langsung terburu-buru menuju dapur karena takut kena omelan dari
saudara-saudaranya. Tapi pagi hari ini terasa berbeda. Biasanya ia akan mendapat
pekikan dari Rei. Karena penasaran, akhirnya Mino berniat untuk mengecek ke
kamar saudara-saudaranya. Mino tercengang begitu melihat ke empat saudaranya
yang tergeletak tak bernyawa di kamarnya masing-masing. Mino langsung pergi
menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya berharap kejadian itu hanya bunga
tidur. Namun, ia merasakan ada sesuatu berbeda pada dirinya terutama pada
bagian matanya saat ia menghadap ke cermin.
“apa kau
senang telah membunuh mereka?” Tanya sebuah suara
“siapa kau
dan siapa yang membunuh?” Tanya Mino heran
“aku adalah
kau, dan kau adalah aku” jawab suara itu
“aku tidak
mengerti. Dan aku tidak pernah membunuh siapapun”
“sudah. Dan
kau membunuh ke empat saudaramu”
“maksudmu?”
“ck! Aku
adalah altermu dan aku yang membuatmu membunuh mereka tanpa kau sadari”
“alter? Aku
tidak tau”
“hhh.. alter
itu adalah bagian dari hidupmu yang akan menjalankan semua keinginan atau
egomu. Jika egomu ingin membunuh ke empat saudaramu, maka altermu akan dengan
senang hati melakukannya”
“apa semua
orang memiliki alter?”
“tentu saja”
“baiklah aku
mengerti. Terima kasih” dan mata Mino kembali berubah menjadi hitam kelam
Hari ini, Mino sedang duduk di taman
meratapi kejadian dua hari lalu tentang alter yang masih terbayang jelas hingga
kini
“setiap
orang memiliki alternya masing-masing. Jika ego mereka menginginkan sesuatu,
maka dengan senang hati alter akan menuruti mereka. Maka, berhati-hatilah
karena alter pasti dapat menguasai diri kalian kapan saja jika kalian tidak
bisa menguasai alter tersebut” gumam Mino dan matanya kembali berubah menjadi
merah menyala.
***
why so serious, guys? kkk~
by : yola yulianingsih
No comments:
Post a Comment