Musik

Monday, November 18, 2013

Cerpen

ALTER

“setiap orang memiliki alternya masing-masing. Jika ego mereka menginginkan sesuatu, maka dengan senang hati alter akan menuruti mereka. Maka, berhati-hatilah karena alter pasti dapat menguasai diri kalian kapan saja jika kalian tidak bisa menguasai alter tersebut” - Alter



Riky, Jojo, Rei, Mino, dan Taka kembali ke rumahnya setelah pergi liburan bersama. Riky, Jojo, dan Taka masuk lebih dulu menyisakan Reid an Mino yang masih berada di depan mobil.
“Mino, jangan lupa bawakan barang-barang kami ke dalam dan kunci pintu mobil itu lagi” perintah Rei dengan nada datar dan langsung pergi meninggalkan Mino sendiri.
“hhh.. baiklah” lirih Mino sambil mengambil barang-barang saudaranya di dalam mobil
“Mino! Kenapa lama sekali!” teriak Rei dari dalam rumah. Mino hanya mendengus kesal atas perbuatan saudaranya ini dan mempercepat langkahnya ke dalam rumah

            Malam ini, Mino harus rela tidur di gudang karena ia tidak sengaja menjatuhkan jam tangan milik Jojo hingga jam tangan itu rusak.
“kenapa aku selalu diperlakukan seperti ini?” ucap Mino menahan amarahnya. Pandangannya mengitari sudut gudang sampai akhirnya ia menemukan sebuah benda di sudut kiri gudang. Karena penasaran, akhirnya ia mendekati benda itu. Ternyata benda itu adalah figura berisi foto keluarganya. Keluarga yang tenang sampai akhirnya salah seorang saudara Mino membunuh orang tua Mino karena iri. Mino pun meneteskan Kristal bening dari sudut matanya.
“aku harus membalas kalian” lirih Mino sebelum pandangan Mino gelap

            Seseorang menyelinap masuk ke sebuah kamar gelap dan berjalan menuju seseorang yang tengah terlelap di atas ranjang besarnya. Mengambil sebuah barang berwarna perak dari dalam saku celananya dan menyeringai dalam kegelapan. Matanya berwarna merah menyala dan memancarkan kebencian yang sangat mendalam.
“maafkan aku” ucap orang asing itu
ZLEB!
Sebuah pisau menancap di perut seseorang yang ternyata adalah Riky, saudara Mino yang sering membela Mino dari Rei sekaligus orang yang juga mendukung Rei dalam melakukan perbuatan kasar terhadap Mino.
“beristirahatlah dengan tenang di sana” ucap orang asing itu diiringi seringaian yang menakutkan dan pergi meninggalkan mayat Riky di kamarnya yang besar itu.

            Orang asing bermata merah itu kini berpindah menuju kamar lain. Kali ini adalah kamar Jojo. Sama seperti sebelumnya, orang itu menancapkan sebuah pisau ke perut korbannya. Namun kali ini sedikit berbeda karena orang itu telah merobek perut Jojo dan mengoyak isi perutnya. Tidak hanya itu, kini ia tengah menyayat leher korbannya asal sehingga banyak darah bercipratan ke wajah sang pembunuh. Nampaknya pembunuh itu bosan dan kini ia beralih pada wajah tampan milik Jojo. Mengelus pipi sang korban lalu menusuk asal pipi tersebut menggunakan pisau yang ia pegang.

“kau juga harus tenang di alam sana. Haha” ucap pembunuh tersebut diiringi seringaian dan tawanya yang sedikit menyeramkan.

            Kamar berikutnya adalah kamar Rei. Rei adalah pria yang senang sekali menyiksa Mino. Dan yang selalu membuat Mino kena hukum oleh Riky.
“baiklah, ini saatnya aku untuk bermain” ucap orang itu sambil menyunggingkan sebuah senyum di sudut bibirnya
PLAK!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Rei dan hal itu membuat Rei terbangun karena kaget.
“ya! Siapa kau?” Tanya Rei dengan suara khas cemprengnya
“ck! Kau tidak perlu tau siapa aku” jawab orang itu membuat Rei mengernyitkan dahi karena heran
“pengecut kau!” teriak Rei
Akhirnya orang itu berjalan menuju meja nakas milik Rei dan mengambil seutas tali yang ada di sana. Berjalan menghampiri Rei lalu mengikat tangan dan kaki Rei pada ujung tempat tidur sehingga tubuh Rei membentuk huruf ‘X’.

            “mau apa kau? Kenapa kau mengikatku seperti ini, hah?” Tanya Rei sambil memberontak
“tenang saja, aku hanya ingin bermain denganmu sebentar. Setelah aku puas, aku akan melepaskanmu dan membiarkanmu tertidur dengan nyenyak” ucap orang itu tenang
“apa maksudmu, hah?” pekik Rei
 “aku hanya ingin bermain dengamu. Kau mengerti?” ucap orang itu “baiklah. Kita mulai sekarang” lanjut orang itu
Orang itu langsung menduduki perut Rei dengan kasar
“argh! Sakit!” teriak Rei
“ini masih permulaan” ucap orang itu dingkat. Mengambil pisau lipatnya di dalam saku celananya dan mulai menjamah wajah Rei
“m-mau a-apa k-kau?” Tanya Rei dengan suara gemetar
“aku hanya ingin membuat wajahmu lebih tampan, Rei” jawab orang itu lembut dan memberikan seringaian pada Reid yang tidak mungkin terlihat karena kamar Rei sangat gelap. Memulai permainannya dengan menyayat kulit pipi Rei secara perlahan. Rei pun mengerang kesakitan.
“a-apa s-salahku?” Tanya Rei. Tapi orang itu tidak menggubris pertanyaan Rei. Dia hanya tersenyum miris sambil terus melancarkan aksinya menyayat kulit pipi dan lengan Rei hingga wajah dan lengan Rei dipenuhi oleh darah pekat.
“m-maafkan a-aku hhh” ucap Rei menahan isakannya “h-hentikan semua hiks” akhirnya isakan Rei lolos dari bibirnya. Orang itu menyeringai lalu pergi keluar kamar Rei. Menyadari sudah tidak ada yang terjadi, akhirnya Rei bernafas lega. Tapi 5 menit kemudian orang itu kembali lagi membawa seplastik garam dan sebotol alkohol
“maaf jika kau terlalu lama menungguku” ucap orang itu sambil mendekati Rei. Rei tercekat melihat orang itu membuka tutup botol yang berisikan alkohol tersebut. Rei mengerang kesakitan karena orang itu menuangkan alkohol di lengan Rei yang terluka. Rei menangis terisak karena tidak kuat menahan sakit di lengannya.

            Setelah itu, orang tersebut menusuk perut Reid an langsung merobeknya kasar sehingga membuat nafas Rei seperti tersendat. Tidak menunggu lama, orang itu langsung menyebarkan garam dan menuangkan alkohol di sekujur tubuh Rei hingga Rei tidak bernyawa lagi. Orang itu tertawa lepas karena perbuatannya. Ia lalu mengoyak isi perut Rei menggunakan tangannya dan mengambil isi perut tersebut, lalu meletakannya di wajah Rei.
“selamat tidur saudaraku tercinta” menekankan kata terakhir pada kalimatnya

            Kamar berikutnya adalah kamar Taka. Dia adalah saudara laki-laki Mino yang memiliki wajah seperti malaikat, namun perbuatannya seperti iblis. Dia senang sekali menyusahkan Mino dengan hal-hal yang sangat kecil. Tapi sepertinya Taka tidak ada di kamarnya malam ini, karena memang tidak ada orang di atas ranjangnya.
“kau jahat kak Mino” ucap seseorang di belakang orang itu. Orang itu langsung berbalik menghadap lawan bicaranya dan ternyata dia adalah Taka
“ck! Kau anak kecil tidak usah ikut campur. Lebih baik kau pergi menyusul saudaramu”
ZLEB!
Pisau lipat itu kembali memakan korban
“a-aku me-menyayangi kak Min-hh-Mino” ucap Taka sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

            Keesokan harinya, Mino bangun kesiangan. Ia langsung terburu-buru menuju dapur karena takut kena omelan dari saudara-saudaranya. Tapi pagi hari ini terasa berbeda. Biasanya ia akan mendapat pekikan dari Rei. Karena penasaran, akhirnya Mino berniat untuk mengecek ke kamar saudara-saudaranya. Mino tercengang begitu melihat ke empat saudaranya yang tergeletak tak bernyawa di kamarnya masing-masing. Mino langsung pergi menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya berharap kejadian itu hanya bunga tidur. Namun, ia merasakan ada sesuatu berbeda pada dirinya terutama pada bagian matanya saat ia menghadap ke cermin.

“apa kau senang telah membunuh mereka?” Tanya sebuah suara
“siapa kau dan siapa yang membunuh?” Tanya Mino heran
“aku adalah kau, dan kau adalah aku” jawab suara itu
“aku tidak mengerti. Dan aku tidak pernah membunuh siapapun”
“sudah. Dan kau membunuh ke empat saudaramu”
“maksudmu?”
“ck! Aku adalah altermu dan aku yang membuatmu membunuh mereka tanpa kau sadari”
“alter? Aku tidak tau”
“hhh.. alter itu adalah bagian dari hidupmu yang akan menjalankan semua keinginan atau egomu. Jika egomu ingin membunuh ke empat saudaramu, maka altermu akan dengan senang hati melakukannya”
“apa semua orang memiliki alter?”
“tentu saja”
“baiklah aku mengerti. Terima kasih” dan mata Mino kembali berubah menjadi hitam kelam

            Hari ini, Mino sedang duduk di taman meratapi kejadian dua hari lalu tentang alter yang masih terbayang jelas hingga kini

“setiap orang memiliki alternya masing-masing. Jika ego mereka menginginkan sesuatu, maka dengan senang hati alter akan menuruti mereka. Maka, berhati-hatilah karena alter pasti dapat menguasai diri kalian kapan saja jika kalian tidak bisa menguasai alter tersebut” gumam Mino dan matanya kembali berubah menjadi merah menyala.
***

why so serious, guys? kkk~

by : yola yulianingsih

No comments:

Post a Comment