Musik

Sunday, November 17, 2013

Kimia

Koloid


A. Pengertian Koloid

Sistem dispersi yang terdiri atas fasa terdispersi dan medium pendispersi disebut sistem kolid. Berdasarkan beberapa macam sifatnya, koloid digunakan dalam pabrik cat, gula, tinta, semen, sabun, keramik, plastik, dan sebagainya.

B. Pembuatan Koloid
  • Metode dispersi
Partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid dengan cara mekanik (penggilingan), listrik (busur Bredig), dan peptisasi (dilakukan dengan penambahan larutan elektrolit ion sejenis).
  • Metode kondensasi
Atom/ion/molekul dijadikan partikel koloid dan biasanya melalui reaksi kimia (reaksi redoks dan reaksi hidrolisis). 

C. Sifat-sifat Koloid
  •   Efek Tyndal
Partikel koloid akan menghamburkan berkas cahaya yang dijatuhkan padanya. Contoh efek tyndall dalam kehidupan sehari-hari adalah;
   1. terjadinya warna biru di langit pada siang hari dan warna jingga pada sore hari
   2. sorot lampu mobil atau senter di udara yang berkabut
   3. sinar matahari melalui celah-celah dedaunan pada waktu pagi yang berkabut
  • Gerak Brown
Gerakan partikel koloid yang bergerak lurus, tetapi arahnya tidak menentu.
  • Elektroforesis
Partikel koloid dapat bergerak dalam medan listrik karena partikel tersebut bermuatan listrik.
  • Adsorpsi
Partikel koloid bermuatan listrik karena adanya penyerapan ion pada permukaan partikel koloid. Contoh adsorpsi adalah;
   1. penyembuhan sakit perut (diare) dengan norit
   2. penjernihan air dengan tawas
   3. pencelupan serat wol untuk proses pewarnaan
   4. penjernihan air tebu pada pembuatan gula
  • Koagulasi
Sistem koloid dapat digumpalkan dengan cara;
   1. mekanik, yaitu melalui pemanasan, pendinginan, dan pengadukan
   2. kimia, yaitu dengan menambahkan zat kimia
Proses yang memanfaatkan sifat koagulasi misalnya;
   1. pengolahan karet dari lateks
   2. penjernihan air
   3. pembentukan delta di muara sungai
   4. proses penggumpalan debu atau asap dari pabrik
   5. proses penetralan partikel albuminoid dalam darah oleh ion Fe dan Al
  • Koloid pelindung
Koloid dapat melindungi koloid lain agar tidak mengalami koagulasi. Contoh koloid pelindung adalah;
   1. penambahan kasein pada susu
   2. penambahan lesitin pada margarin
   3. penambahan gelatin pada es krim
   4. penambahan minyak silikon pada cat
Untuk menstabilkan koloid, diperlukan sejumlah elektrolit dalam jumlah secukupnya, karena jika berlebihan, koloid akan mengendap. Koagulasi dapat terjadi dengan penambahan elektrolit. Efisiensinya terutama ditentukan oleh muatan ion dan konsentrasi. Semakin besar konsentrasi, maka akan lebih efektif.

D. Pemurnian Koloid
  • Dialisis
Dialisis merupakan cara pemisahan/pemurnian koloid dari ion yang mengganggu kestabilan koloid dengan bantuan air/aliran air. Contoh dialisis adalah;
   1. memisahkan ion-ion sianida dari tepung tapioka
   2. proses cuci darah
  • Elektroforesis
Pemisahan koloid yang bermuatan dengan bantuan arus listrik yang akan mengalir ke masing-masing elektroda yang muatannya berlawanan.

E. Koloid Liofil dan Liofob
  • Koloid Liofil adalah koloid yang senang pada pelarutnya. Jika pelarutnya air, disebut hidrofil. Contoh koloid liofil: agar-agar, kanji, dan sabun.
  • Koloid Liofob adalah koloid yang tidak senang pada pelarutnya, misalnya AgCl



Sumber: Mega Bank Soal Kimia SMA 1,2,&3
By: Ranu Mufidiana 

No comments:

Post a Comment