Musik

Monday, November 25, 2013

Fanfiction

title : psycho brother-taemin's side
cast : choi minho, choi taemin
support cast : choi sulli

----


Seorang namja dengan usia kisaran 23 tahun sedang duduk di belakang mejanya-yang bername tag 'Choi Minho'- menghadap seorang yeoja paruh baya sedang memeluk anaknya yang gemetar melihat Minho.

"anak anda harus di terapi, nyonya" ucap Minho
"apa kau bisa memberinya terapi tuan Choi?" tanya yeoja itu
"mianhae aku tidak bisa" jawab Minho dengan suara yang ia buat menyesal

BRAK!!

Seorang namja berambut blonde dengan penampilan acak-acakan mendobrak pintu ruangan Minho. Mata sayunya menatap Minho dengan tatapan yang err.. Hanya Minho yang mengetahuinya. Minho langsung mengisyaratkan namja itu untuk pergi masuk ke ruangan Minho yang satunya. Tanpa komando lebih, namja itu langsung masuk ke ruangan yang berada satu ruang dengan ruangan itu-_-

Minho melirik jam tangannya lalu berdehem untuk memulai pembicaraan kembali.

"mianhae nyonya, waktu konsultasi sudah habis. Silahkan kembali esok hari. Kamsahamnida" ucap Minho lalu berjalan menuju pintu setelah sebelumnya membungkuk pada yeoja paruh baya itu. Membukakan pintu dan mempersilahkan yeoja itu keluar

CKLEK

Membuka pintu ruangannya yang satu lagi untuk melihat kondisi namdongsaengnya.
"kau kenapa hm?" Minho mengusak rambut blonde namdongsaengnya dengan sayang
"huh.." menghembuskan nafasnya kasar membuat Minho yang notabene adalah hyung kandung dari Choi Taemin itu khawatir
"aku baru saja membunuh namjachingunya Sulli. Hahaha" jelas Taemin diakhiri dengan tawa nistanya
"cih kau sangat pandai mengalihkan ekspresi" dengus Minho "si Byun itu?" tanya Minho mengernyitkan dahinya sedangkan Taemin mengangguk senang

PLETAK!

"YA! KAU KENAPA HYUNG?! ISH NEOMU APPO" pekik Taemin sambil mengelus kepalanya yang dipukul Minho menggunakan penggarisnya
"ARGH!! CHOI TAEMIN NEOMU PABOYAA!!! BYUN ITU SALAH SATU PASIENKU YANG MEMBAYAR MAHAL TIAP KONSULTASI. KENAPA KAU MALAH MEMBUNUHNYA?! KAU MEMBUAT UANGKU BERKURANG!! BAKAA!!!" pekik Minho "KAPAN KAU AKAN BERHENTI MENJADI PSIKOPAT HAH?!" lanjutnya
"molla hyung"
"berhentilah membuatku khawatir. Kalau kau ketauan bagaimana?"
"perhatikan raut wajahku! Aku baik-baik saja hyung. Kau kan psikolog. Masa tidak bisa membaca raut wajahku"
"aku tau Tae, tapi pasti suatu saat nanti kau tidak akan baik-baik saja. Lagipula dulu kau bilang membunuh itu hanya untuk membalas dendam karna appa-umma yang dibunuh kan?"
"itu dulu hyung. Sekarang, siapapun yang menyakiti salah satu dari kita dia harus mati dan jatuh di neraka" jelas Taemin geram "aku membunuh tuan Lee karna dia membunuh appa dan umma. Aku membunuh Jinki hyung karna dia membuatku babak belur. Aku membunuh Jonghyun hyung karna dia merebut Gwiboon noona darimu. Dan aku membunuh Baekhyun karna dia mengkhianatiku dan merebut cinta pertamaku"
"tapi bukan begini caranya, Tae"
"beginilah hyung! Dan sekarang aku akan membunuh yeoja itu. Yeoja yang telah membuatku sakit dan tidak ingin merasakan lagi yang namanya cinta!" ucap Taemin sembari mengambil kembali pisau lipat yang sebelumnya sudah ia keluarkan dari saku jaketnya
"Tae, dengar aku"
"sudahlah hyung, aku ingin bersenang-senang" ucap Taemin lalu keluar dari kantor hyungnya.

----

Sulli's house

Taemin memandang Sulli yang memejamkan matanya di sofa tepat di hadapan Taemin. Mengambil pisau lipat di saku jaketnya dan menggoreskan benda tersebut dengan asal di pipi Sulli. Hei, kenapa Sulli tidak berteriak? Tantu saja karna obat bius yang Taemin berikan sebelum ini karna ia tidak ingin permainannya diganggu oleh teriakan Sulli.

"ini untuk kebohonganmu" menyayat bibir mungil Sulli dengan pisau tajamnya "ini untuk tatapan yang sering menyakitiku" mengiris bola mata Sulli yang sebelumnya sudah dikeluarkan oleh Taemin "ini untuk udara kotor yang sering kau hirup" menusukkan pisaunya ke hidung Sulli "dan ini untuk semua pengkhianatan yang kau berikan padaku" ucap Taemin setengah berteriak bersiap untuk menghujamkan pisau tajamnya ke dada kiri Sulli.

SRET

Sebuah lengan kekar menahan lengan kurus Taemin, tak sadar siapa yang menahan lengannya, dengan emosi, Taemin langsung mendorong lengan kekar tersebut dengan kasar lalu kembali berusaha menghujamkan pisau tajamnya ke dada kiri Sulli.

JLEB
seringai muncul di bibir plum Taemin

DUK

"ARGHHH!!"
Taemin menoleh karna mendengar pekikan tersebut dan langsung kaget ketika melihat hyungnya yang terantuk pinggiran meja kayu dengan sangat keras. Taemin langsung menghampiri Minho
"hyung, mianhaeyo" lirih Taemin sambil mengangkat kepala Minho ke pangkuannya
"kau sudah puas?"
"siapapun yang menyakiti salah satu dari kita harus mati dan jatuh di neraka. Aku sudah menyakitimu dan..." ucap Taemin sembari memecahkan vas bunga dan mengarahkan pecahannya ke pergelangan tangan kirinya. Minho segera mencegahnya
"sebentar lagi polisi akan datang. Menyerahlah dan berubah demi aku, Tae. Kita akan hidup bahagia seperti dulu lagi" lirih Minho

Taemin menangis dan mengangguk. Tak lama kemudian polisi datang membawa Minho ke rumah sakit dan Taemin ke kantor polisi


END


Notes :
·         Namja : Laki-laki
·         Yeoja : Perempuan
·         Namdongsaeng : Adik laki-laki
·         Namjachingu : Kekasih laki-laki
·         Neomu appo : Sangat sakit
·         Neomu paboya : Sangat bodoh
·         Baka : Bodoh
·         Molla : Tidak tau
·         Noona : Perempuan yang lebih tua (yang memanggil laki-laki)
·         Appa : Ayah
·         Umma : Ibu
·         Mianhaeyo : Maaf
          kamsahamnida : terima kasih

Jeongmal kamsahamnida yeoreobun~ ^^;;

Why So Serious, guys? Kkk~

By : Yola Yulianingsih


No comments:

Post a Comment