title : psycho brother-taemin's side
cast : choi minho, choi taemin
support cast : choi sulli
cast : choi minho, choi taemin
support cast : choi sulli
----
Seorang namja dengan
usia kisaran 23 tahun sedang duduk di belakang mejanya-yang bername tag 'Choi
Minho'- menghadap seorang yeoja paruh
baya sedang memeluk anaknya yang gemetar melihat Minho.
"anak anda harus di terapi, nyonya" ucap Minho
"apa kau bisa memberinya terapi tuan Choi?" tanya yeoja itu
"mianhae aku tidak bisa" jawab Minho dengan suara yang ia buat menyesal
BRAK!!
Seorang namja berambut
blonde dengan penampilan acak-acakan mendobrak pintu ruangan Minho. Mata
sayunya menatap Minho dengan tatapan yang err.. Hanya Minho yang mengetahuinya.
Minho langsung mengisyaratkan namja itu untuk pergi masuk ke ruangan Minho yang
satunya. Tanpa komando lebih, namja itu langsung masuk ke ruangan yang berada
satu ruang dengan ruangan itu-_-
Minho melirik jam tangannya lalu berdehem untuk memulai
pembicaraan kembali.
"mianhae nyonya, waktu konsultasi sudah habis. Silahkan kembali esok hari. Kamsahamnida" ucap Minho lalu berjalan menuju pintu setelah sebelumnya membungkuk pada yeoja paruh baya itu. Membukakan pintu dan mempersilahkan yeoja itu keluar
CKLEK
Membuka pintu ruangannya yang satu lagi untuk melihat kondisi namdongsaengnya.
"kau kenapa hm?" Minho mengusak rambut blonde namdongsaengnya dengan sayang
"huh.." menghembuskan nafasnya kasar membuat Minho yang notabene adalah hyung kandung dari Choi Taemin itu khawatir
"aku baru saja membunuh namjachingunya Sulli. Hahaha" jelas Taemin diakhiri dengan tawa nistanya
"cih kau sangat pandai mengalihkan ekspresi" dengus Minho "si Byun itu?" tanya Minho mengernyitkan dahinya sedangkan Taemin mengangguk senang
"kau kenapa hm?" Minho mengusak rambut blonde namdongsaengnya dengan sayang
"huh.." menghembuskan nafasnya kasar membuat Minho yang notabene adalah hyung kandung dari Choi Taemin itu khawatir
"aku baru saja membunuh namjachingunya Sulli. Hahaha" jelas Taemin diakhiri dengan tawa nistanya
"cih kau sangat pandai mengalihkan ekspresi" dengus Minho "si Byun itu?" tanya Minho mengernyitkan dahinya sedangkan Taemin mengangguk senang
PLETAK!
"YA! KAU KENAPA HYUNG?! ISH NEOMU APPO" pekik Taemin sambil mengelus kepalanya yang
dipukul Minho menggunakan penggarisnya
"ARGH!! CHOI TAEMIN NEOMU PABOYAA!!! BYUN ITU SALAH SATU PASIENKU YANG MEMBAYAR MAHAL TIAP KONSULTASI. KENAPA KAU MALAH MEMBUNUHNYA?! KAU MEMBUAT UANGKU BERKURANG!! BAKAA!!!" pekik Minho "KAPAN KAU AKAN BERHENTI MENJADI PSIKOPAT HAH?!" lanjutnya
"molla hyung"
"berhentilah membuatku khawatir. Kalau kau ketauan bagaimana?"
"perhatikan raut wajahku! Aku baik-baik saja hyung. Kau kan psikolog. Masa tidak bisa membaca raut wajahku"
"aku tau Tae, tapi pasti suatu saat nanti kau tidak akan baik-baik saja. Lagipula dulu kau bilang membunuh itu hanya untuk membalas dendam karna appa-umma yang dibunuh kan?"
"itu dulu hyung. Sekarang, siapapun yang menyakiti salah satu dari kita dia harus mati dan jatuh di neraka" jelas Taemin geram "aku membunuh tuan Lee karna dia membunuh appa dan umma. Aku membunuh Jinki hyung karna dia membuatku babak belur. Aku membunuh Jonghyun hyung karna dia merebut Gwiboon noona darimu. Dan aku membunuh Baekhyun karna dia mengkhianatiku dan merebut cinta pertamaku"
"tapi bukan begini caranya, Tae"
"beginilah hyung! Dan sekarang aku akan membunuh yeoja itu. Yeoja yang telah membuatku sakit dan tidak ingin merasakan lagi yang namanya cinta!" ucap Taemin sembari mengambil kembali pisau lipat yang sebelumnya sudah ia keluarkan dari saku jaketnya
"Tae, dengar aku"
"sudahlah hyung, aku ingin bersenang-senang" ucap Taemin lalu keluar dari kantor hyungnya.
"ARGH!! CHOI TAEMIN NEOMU PABOYAA!!! BYUN ITU SALAH SATU PASIENKU YANG MEMBAYAR MAHAL TIAP KONSULTASI. KENAPA KAU MALAH MEMBUNUHNYA?! KAU MEMBUAT UANGKU BERKURANG!! BAKAA!!!" pekik Minho "KAPAN KAU AKAN BERHENTI MENJADI PSIKOPAT HAH?!" lanjutnya
"molla hyung"
"berhentilah membuatku khawatir. Kalau kau ketauan bagaimana?"
"perhatikan raut wajahku! Aku baik-baik saja hyung. Kau kan psikolog. Masa tidak bisa membaca raut wajahku"
"aku tau Tae, tapi pasti suatu saat nanti kau tidak akan baik-baik saja. Lagipula dulu kau bilang membunuh itu hanya untuk membalas dendam karna appa-umma yang dibunuh kan?"
"itu dulu hyung. Sekarang, siapapun yang menyakiti salah satu dari kita dia harus mati dan jatuh di neraka" jelas Taemin geram "aku membunuh tuan Lee karna dia membunuh appa dan umma. Aku membunuh Jinki hyung karna dia membuatku babak belur. Aku membunuh Jonghyun hyung karna dia merebut Gwiboon noona darimu. Dan aku membunuh Baekhyun karna dia mengkhianatiku dan merebut cinta pertamaku"
"tapi bukan begini caranya, Tae"
"beginilah hyung! Dan sekarang aku akan membunuh yeoja itu. Yeoja yang telah membuatku sakit dan tidak ingin merasakan lagi yang namanya cinta!" ucap Taemin sembari mengambil kembali pisau lipat yang sebelumnya sudah ia keluarkan dari saku jaketnya
"Tae, dengar aku"
"sudahlah hyung, aku ingin bersenang-senang" ucap Taemin lalu keluar dari kantor hyungnya.
----
Sulli's house
Taemin memandang Sulli yang memejamkan matanya di sofa tepat di
hadapan Taemin. Mengambil pisau lipat di saku jaketnya dan menggoreskan benda
tersebut dengan asal di pipi Sulli. Hei, kenapa Sulli tidak berteriak? Tantu
saja karna obat bius yang Taemin berikan sebelum ini karna ia tidak ingin
permainannya diganggu oleh teriakan Sulli.
"ini untuk kebohonganmu" menyayat bibir mungil Sulli
dengan pisau tajamnya "ini untuk tatapan yang sering menyakitiku"
mengiris bola mata Sulli yang sebelumnya sudah dikeluarkan oleh Taemin
"ini untuk udara kotor yang sering kau hirup" menusukkan pisaunya ke
hidung Sulli "dan ini untuk semua pengkhianatan yang kau berikan
padaku" ucap Taemin setengah berteriak bersiap untuk menghujamkan pisau
tajamnya ke dada kiri Sulli.
SRET
Sebuah lengan kekar menahan lengan kurus Taemin, tak sadar siapa
yang menahan lengannya, dengan emosi, Taemin langsung mendorong lengan kekar
tersebut dengan kasar lalu kembali berusaha menghujamkan pisau tajamnya ke dada
kiri Sulli.
JLEB
seringai muncul di bibir plum Taemin
seringai muncul di bibir plum Taemin
DUK
"ARGHHH!!"
Taemin menoleh karna mendengar pekikan tersebut dan langsung
kaget ketika melihat hyungnya yang
terantuk pinggiran meja kayu dengan sangat keras. Taemin langsung menghampiri
Minho
"hyung, mianhaeyo"
lirih Taemin sambil mengangkat kepala Minho ke pangkuannya
"kau sudah puas?"
"siapapun yang menyakiti salah satu dari kita harus mati
dan jatuh di neraka. Aku sudah menyakitimu dan..." ucap Taemin sembari
memecahkan vas bunga dan mengarahkan pecahannya ke pergelangan tangan kirinya.
Minho segera mencegahnya
"sebentar lagi polisi akan datang. Menyerahlah dan berubah
demi aku, Tae. Kita akan hidup bahagia seperti dulu lagi" lirih Minho
Taemin menangis dan mengangguk. Tak lama kemudian polisi datang
membawa Minho ke rumah sakit dan Taemin ke kantor polisi
END
Notes :
·
Namja : Laki-laki
·
Yeoja : Perempuan
·
Namdongsaeng : Adik laki-laki
·
Namjachingu : Kekasih laki-laki
·
Neomu appo : Sangat sakit
·
Neomu paboya : Sangat bodoh
·
Baka : Bodoh
·
Molla : Tidak tau
·
Noona : Perempuan yang lebih
tua (yang memanggil laki-laki)
·
Appa : Ayah
·
Umma : Ibu
·
Mianhaeyo : Maaf
kamsahamnida : terima kasih
Jeongmal kamsahamnida yeoreobun~ ^^;;
Why So Serious, guys? Kkk~
By : Yola Yulianingsih



